Friday, September 29, 2006
Fenomena Lemah Iman (Bab II Penyebab Lemah Iman)

BAB II
PENYEBAB LEMAH IMAN

Sesungguhnya banyak sekali faktor yang menyebabkan lemah iman. Diantaranya ada yang terjadi secara bersamaan seperti terjerumus kedalam kemaksiatan beserta terpasung dalam kesibukkan dunia. Berikut ini akan kami ceritakan faktor penyebab lemah iman yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Jauh dari nuansa keimanan dalam waktu yang lama

Faktor ini menyebabkan lemah iman dalam jiwa . Firman Alloh :

“ Belum datang waktunya bagi orang-orang yang beriman , untuk tunduk hati. Mereka mengingat kepada Alloh dan kepada kebenaran yang telah turun kepada mereka. Dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-kitab kepadanya. Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lau hati mereka menjadi keras . Dan kebanyaakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik “ (Al-Hadid : 16)

Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa sesungguhnya selang waktu yang lama dan dalam keadaan jauh dari nuansa keiaman akan mengakibatkan lemah iman dalam hati. Umpamanya seseorang yang jauh dari saudara seiman dalam waktu yang lama karena perjalanan atau tugas misalnya. Itu akan meniadakan nuansa keimanan yang biasa dinikmati dalam naungan persaudaraan tersebut serta melemahkan kekuatan hati. Seorang mukmin akan kecil jiwanya jika sendirian dan akan besar karena berada ditengah-tengah saudaranya. Hasan Basri berkata : “ Saudara kita seagama lebih berharga dari pada keluarga , karena keluarga selalu mengingatkan kita pada dunia sedangkan saudara seiman senantiasa mengingatkan kita pada akhirat” .

Keadaan tersebut bila berlangsung terus menerus akan mengakibatkan terjadinya kesendirian, kesepian, kesedihan yang berlarut-larut, yang pada akhirnya berobah jadi membenci nuansa keimanan tersebut. Selanjutnya hal ini akan mengakibatkan keras dan gelapnya hati, memadamkan cahaya iman dalam hati tersebut. Inilah yang membuat terjungkalnya sebagian orang yang sedang dalam perjalanan baik itu rekreasi, atau pindah tempat tinggal karena pekerjaan ataupun studi kejurang kemaksiatan .


2. Jauh dari pigur yang soleh.

Seseorang yang belajar pada orang soleh, dia akan mendapatkan 3 hal : Ilmu yang bermanfaat, amal soleh dan kekuatan iman. Dia akan menjaga , mengawasi serta mengikuti apa yang dilakukan gurunya tersebut berupa ilmu, akhlak dan keutamaan. Maka ketika jauh dari gurunya tersebut begitu lama dia merasakan kerasnya hati dan lemahnya iman. Oleh sebab itu ketika Rasululloh wafat dan melihat beliau di tutupi tanah, para sahabat berkata : “ Hati kami mengingkarinya”. Merekapun terkena kegamangan dan kegelisahan. Karena murobi, guru dan figur tauladannya yaitu Rasululloh telah wafat. Mereka seperti apa yang digambarkan dalam sebuah atsar sahabat : “ Seperti seekor domba terpisah dari induknya dimalam kelam ditengah derasnya hujan lebat”

Namun Rasululloh meninggalkan generasi yang tangguh bagai gunung . Diantara mereka tampil menggantikan posisi Nabi sehinga sebagian dari mereka menjadi figur bagi yang lainnya. Sedangkan hari ini umat islam betul-betul rapuh dan limbung karena sangat membutuhkan tauladan dan figur yang kental diantara kita. Yang betul-betul seorang figur dalam segala hal.

3. Jauh dari mencari ilmu syar’i, tidak bersentuhan dengan kitab–kitab salap serta kitab-kitab keimanan yang menghidupkan hati.

Banyak sekali jenis kitab yang menghantarkan pembacanya dalam upaya meningkatkan dan menggerakkan potensi keimanan dan hatinya. Pedoman yang paling pokok Alqur’an dan sunnah, kemudian kitab karangan muwahidin dalam bidang petuah dan nasihat yang mendalam sarat makna. Juga orang-orang yang senantiasa membahas konsep akidah dengan metode penghidupan hati seperti kitabnya Ibnu Qoyyim Al-Jaujiyah, Ibnu Rojab, Imam Al-Gojali dan ulama yang lain.

Memutuskan hubungan dengan kitab-kitab tersebut serta menenggelamkan dirinya dalam kitab-kitab logika semata atau kitab hukum tanpa dalil atau buku bahasa serta kitab yang sejenis akan membuat hatinya keras bila terjadi berlarut-larut. Ini bukan berarti menafikan dan menjelekkan buku-buku tersebut. Hanya sebuah peringatan bagi orang yang berpaling dari kitab tafsir dan hadits. Yang saat ini hampir saja tidak dibaca orang. Padahal kitab-kitab tersebut yang akan menyampaikan hati kepada Alloh. Ketika kita membacanya seperti berada ditengah kehidupan Rasululloh serta para sahabatnya. Mereka senantiasa hidup direlung hati kita dan membuat perjalanan keimanan kita semakin kuat dan semangat. Beberapa ahli Syair memuji Para muhadisin dalam syairnya :

Ahli hadits mereka adalah ahli rasul

Walau raganya tidak bersanding dengan rasul

Maka hati akan terpaut begitu erat.

Seakan berada dalam kehidupan Nabi Muhammad

Jauh dari buku-buku keimanan dampaknya akan merambah pada orang-orang yang belajar disekolah umum yang tidak bersinggungan dengan islam seperti pelajaran filsafat, ilmu jiwa, ilmu sosial dan mata pelajaran yang orientasinya berselisih dengan islam. Begitu juga bila hanya tenggelam dalam buku-buku khayalan, cinta dan romantisme, buku syahwati dan fornografi yang tidak ada manfaatnya baik dari Koran, majalah, tabloid dan yang lainnya. Bila dilakukan terus menerus akan membuat para pembaca jauh dari keimanan.

4. Berada ditengah-tengah gelombang kemaksiatan

Seorang muslim yang berada ditengah-tengah masyarakat yang membanggakan kemaksiatan yang dilakukannya akan keropos imannya. Disisi lain diantara mereka ada yang mengeluarkan kalimat-kalimat yang rancu, kotor dan salah. Gelombang kemaksiatan tersebut bisa berupa sebagai berikut :

a. Membangga-banggakan kemaksiatan yang dilakukannya.

b. Mendendangkan dan mempropagandakan kalimat yang salah , konyol dan mengandung kefasikan serta berbau mesum, syahwati yang jelas-jelas menyeleweng dari syari’at.

c. Masyarakat perokok. Kita tahu bahwa rokok adalah salah satu penyakit mental masyarakat yang akut. Betapa banyak orang-orang terbelit dengan barang laknat tersebut. Yang tanpa sadar akan meracuni dan membunuh dirinya. Padahal mereka tahu seribu madarat yang akan didapatinya.

d. Menyebarkan media-media yang gila, anti keimanan, mengusung kemunkaran, kemesuman, pornoaksi dan pornografi. Baik itu berupa media cetak seperti majalah ataupun Koran atau media elektronik seperti TV dan internet.

e. Bebasnya orang-orang ngomong kotor, bicara sembarangan seperti menghina, mengejek, mengolok-olok, memaki, mencerca dan berkata kasar menjadi bahasa sehari-hari ditiap tempat pada setiap orang . Baik itu kalangan pelajar atau orang-orang terminal kita hampir tak pernah melihat bedanya.

f. Desas-desus, isu, gosip, gibah, provokasi yang cepat menyebar ditengah masyarakat dengan media TV sebagai pemicunya. Saat ini kejelekan orang lain lebih cepat menyebar dari pada hembusan angin, lebih cepat mengaliri setiap sendi kehidupan masyarakat dari pada aliran air deras sekalipun.

g. Disetiap pertemuan kecil atau besar, formal ataupun non formal, lisan atau tulisan tidak ada yang dibicarakan dan dijadikan pokok masalah diskusi selain urusan duniawi. Pembicaraan bisnis, tugas, subsidi, premi, kompensasi , kemewahan , status social, kekuasaan , kedudukan, karir, kenaikan pangkat dan yang lainnya, merupakan suatu hal yang prestisius yang menjadi kejaran tiap manusia. Dimana setiap orang begitu terobsesi dan berambisi dalam mengejarnya serta senatiasa menjadi bunga dalam tiap perbincangan diantara mereka. Dirumah juga tanpa ada beban dan merasa dosa, mereka menceritakan bencana keimanan, hal-hal munkar yang memalukan orang-orang islam dan membuat pening kepala. Sementara lagu-lagu brutal , musik-musik syaitoni , film-film kekerasan , porno dan melankolis yang tidak mendidik serta film pergaulan bebas memenuhi setiap rumah umat islam.

Lingkungan seperti ini pasti akan menyebabkan terjangkitnya penyakit hati, membuat kalbu semakin keras dan kemudian mati.

5. Berlebihan dan tenggelam dalam kehidupan Duniawi sehingga hatipun menghamba kepadanya.

Rasul bersabda: “ Binasalah hamba dinar dan dirham

Tentang bagaimana memperlakukan Dunia Rasululloh SAW memberikan tips:

“ Cukuplah sikap salah seorang diantara kalian memperlakukan dunia seperti membawa bakal perjalanan diatas kendaraan” ( Tobroni )

Yakni hal yang mudah, simple dan efektip . Yang paling penting dapat menyampaikan dirinya pada tujuan dari akhir perjalana tersebut.

Kenyataan ini jelas saat ini dimana harapan materialistis, ketamakan, keserakahan dalam mencari keuntungan dunia sudah memasyarakat. Sehingga demi mencapai hal tersebut mereka rela tidur ditempat kerja, untuk lembur, tidur diwarung-warung , pabrik, bursa efek dan yang lainnya. Inilah yang dimaksud Rasululloh dalam haditsnya : “ Sesungguhnya kami menurunkan harta hanya untuk mendirikan solat dan memberikan jakat, apabila anak adam mempunyai 1 lembah pasti dia akan menginginkan 2 lembah , dan apabila dia mempunyai 3 lembah pasti menginginkan 3 lembah . Dan tidak akan terpuaskan mulut anak adam kecuali dengan tanah. Kemudian Alloh menerima taubatnya orang-orang yang bertaubat” ( Ahmad)

6. Terbuai dan terlena dengan harta.

Alloh berfirman : “ Ketahuilah bahwa sesungguhnya harta dan anak-anak mu merupakan fitnah ( cobaan)” ( Al-Anfal : 28 )

Dalam ayat lain Alloh berfirman :

“ Dijadikan indah pada pandangan kecintaan pada apa-apa yang diingini yaitu; para wanita, anak-anak , harta yang banyak dari jenis emas dan perak , kuda pilihan , binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allohlah tempat kembali yang baik “ ( Al-imron : 14)

Arti dari ayat ini adalah bahwa sesungguhnya mencintai segala sesuatu terutama para wanita dan anak-anak apabila menngalahkan dan mengabaikan ketaatan adalah sesuatu yang jelek dan tercela. Adapun apabila kecintaan tersebut berdasarkan syara’ yang diarahkan untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaatan kepada Alloh itu merupakan hal yang terpuji.

Nabi bersabda : “ Diberi rasa cinta kepadaku terhadap wanita dan wewangian dan dijadikan hiasan mata ku kekhusukan shalat”.

Banyak sekali manusia yang melakukan dosa, melanggar hal-hal yang diharamkan Alloh SWT karena anak dan istri. Sedangkan dirinya jauh dari ketaatan kepada Alloh. Nabi bersabda : “

الولد محزنة مجبنة مجهلة مبخلة ( الطبراني )

Anak itu membuat sedih, bodoh, penakut dan kikir.

Maksud dari Mubakholatun adalah : Apabila seorang manusia hendak berinfaq dijalan Alloh syaitan mengingatkan dia akan anaknya diapun mengatakan : Anak-anaku lebih membutuhkan harta ini, aku akan menjaga dan menyisakannya untuk mereka, yang pasti mereka sangat membutuhkan hal ini setelah aku tidak ada . Diapun urung dalam berinfaq dan menjadi kikir.

Maksud dari Mujabbanatun adalah ketika seorang laki-laki bermaksud untuk berjihad dijalan Alloh. Syaitanpun mendatanginya dan berbicara : kamu akan terbunuh dan mati sehingga anak-anakmu menjadi yatim dan hidupnya akan terlantar . Diapun urung untuk berjihad.

Maksud dari Mujahalah adalah seorang ayah akan sibuk dan terlena dengan anak sehingga tidak sempat mencari ilmu , tidak berusaha untuk mendapatkan ilmu tersebut dengan menghadiri pengajian atau membaca beberapa buku bacaan.

Maksud dari Muhajanatun adalah apabila anak tersebut sakit dia akan merasa sedih. Apabila anak tersebut meminta sesuatu hal yang dia tidak mampu memberikannya. Saat itu dia merasa sangat sedih dan apabila anak tersebut sudah besar ternyata berlaku durhaka terhadap orang tuanya inilah kesedihan abadi dan penderitaan yang paling mendalam bagi orang tua.

Hal ini bukan berarti kita harus meninggalkan anak dan istri atau tidak mendidik anak-anak. Melainkan maksudnya sebuah perhatian untuk tidak terbuai dengan mereka sehingga melanggar apa yang dilarang Alloh.

Mengenai fitnah harta Rasululloh bersabda : “ Sesungguhnya setiap umat dikenai fitnah dan fitnah umatku adalah harta “ ( Tirmidzi)

Ketamakan dan keserakahan terhadap harta lebih berbahaya dan lebih besar daya rusaknya terhadap agama dari pada sesekor serigala yang bercampur dikandang domba . Ini merupakan esensi dari sabda Rasullulloh yang mengatakan : “ Tidaklah 2 ekor serigala yang dilepaskan ditengah-tengah kumpulan domba lebih merusak dari pada ketamakan seseorang terhadap harta dan kemuliaan bagi agamanya” ( Tirmidiz)

Oleh karena itu Rasululloh mendorong dan menganjurkan kita untuk mengambil secukupnya dari harta . Tidak berlebihan sampai melupakan diri dari mengingat Alloh : Rasul bersabda : “ Cukuplah bagimu mengumpulkan harta hanya untuk berkhidmat, bekal perjalanan selama berjuang dijalan Alloh “ ( Ahmad)

Sungguh Nabi menegur Mukassirin yaitu orang-orang yang gemar mengumpulkan harta . Lewat sabdanya : “ Celakalah bagi mukasirin, kecuali orang-orang yang mengatakan terhadap hartanya ¼ bagi orang-orang yang berada disamping kiri, ¼ bagi orang yang berada diamping kanan. ¼ bagi orang yang berada didepan dan ¼ lagi bagi orang yang berada didepannya.”

Artinya dia senantiasa membuka pintu sodakoh dan kebaikan dari harta yang didapatkannya .

7. Panjang Angan-angan dan terbuai khayalan

Firman Alloh :

ذرهم ياكل ويتمتعوا ويلههم الامل فسوف يعلمون

Biarkan mereka didunia makan, bersenang dan dilalaikan angan-angan kosong , kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatan mereka ( Alhij : 3)

Ali bin Abi Thalib Ra berkata : “ Sesungguhnya yang paling aku takutkan dari seluruh hal yang ditakuti dari kalian adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angahn-angan . Sesungguhnya mengikuti hawa nafsu akan menghalangi dirinya dari kebenaran dan panjang angan-angan akan melupakan akhirat ( Fathul Bari ).

Telah tertulis dalam sebuah Atsar : Empat hal yang merupakan kecelakaan; keringnya air mata, keras hati, panjang angan-angan dan tamak terhadap dunia. Dari keempat sifat tersebut akan lahir beberapa sifat lainnya . Dari panjang angan-angan akan lahir sifat malas dalam melaksanakan ketaatan, menunda-nunda amal, senang dan tergiur akan dunia, lupa terhadap akhirat juga keras hati. Kemudian cara melemahkan dan mensucikannya adalah dengan mengingat kematian, kubur, pahala, siksaan dan kekacauan kiamat. Seperti firman Alloh :

فطال عليهم الامد فقست قلوبكم ( الحديد )

“ Maka berlalulah saat yang panjang bagi mereka , sehingga keraslah hati mereka

Diceritakan : Barang siapa yang angan-angannya pendek maka kebingungannya sedikit hatinyapun bersinar karena sesungguhnya ketika kematian hadir dalam hatinya diapun lebih semangat dalam ketaatan ( Fathul Bari )

8. Berlebihan dalam makan, minum, tidur , begadang , bicara dan bergaul.

Kebanyakan makan akan membuat hati menjadi malas, badanpun terasa berat dalam melaksanakan ketaatan kepada Alloh . Pengaruh syaitan senantiasa berjalan dalam diri manusia. Seperti dikatakan “ Barang siapa yang banyak makan dia akan banyak minum, barang siapa yang banyak minum tidurnya banyak dan dia akan rugi besar” .

Berlebihan dalam berbicara akan mengeraskan hati, berlebihan dalam bergaul dengan manuisia akan merubah antara seseorang dan evaluasi internalnya atau mengurangi kontrol dirinya. Banyaknya ketawa akan membuat kehidupan hati menjadi hampa dan kemudian mati. Sabda Rasul : Jangalah kalian banyak ketawa karena akan mematikan hati “( Ibnu Majah )

Begitu juga dengan yang tidak dipenuhinya dengan ketaatan akan mengeraskan hati. Tidak akan ada manfaat sedikitpun peringatan-peringatan Al-quran dan petuah keimanan bagi mereka .

Sebenarnya masih banyak penyebab dari lemahnya iman . Sampai sebegitu luasnya sulit untuk dihitung . Namun semoga 8 hal yang disebut barusan mewakili hal-hal yang tidak tertulis sehingga orang yang bekal akan menemukan sendiri penyebab-penyebab tersebut. Kami memohon kepada Alloh kiranya membersihkan hati, keyakinan dari kejelekan yang kami miliki.


PENAWAR LEMAH IMAN

Imam Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrok dan Imam Tobroni dalam kitab Mu’jamnya meriwayatkan satu hadits :

“ Sesungguhnya keimanan diciptakan dalam hati salah seorang diantara kalian seperti halnya sebuah baju dibuat . Maka mintalah kepada Alloh kiranya dia senantiasa memperbaharui iman dalam hatimu ( Hakim)

Dari hadits ini kita paham bahwa sesungguhnya keimanan akan basah atau lemah seperti halnya baju. Kadang hati seorang mukmin juga dipenuhi dengan awan kemaksiatan sehingga berubah menjadi gelap. Gambaran seperti ini yang dijelaskan oleh Rasululloh dalam sabdanya : “ Tidaklah dalam setiap hati itu kecuali ada mega seperti meganya rembulan. Dia akan bersinar apabila bersih dari mega tersebut, namun sinarnya akan meredup manakala mega hitam menghalangi indahnya rembulan ( Abu Nu’aim ).

Kadang awan itu datang dan menutupi cahaya bulan. Dalam beberapa saat awan berlalu melewati rembulan, sang dewi malampun bersinar terang kembali menampakkan keindahannya, menerangi langit yang bersih dan kemudian memutih karenanya. Begitu pula dengan hati, kadang terkena pekatnya awan kemaksiatan sehingga menutupi cahaya keimanannya, manusiapun berada dalam kegelapan dan kegelisahan. Ketika dia berusaha menambah imannya dan memohon pertolongan kepada Alloh SWT, awan itupun tersingkap lenyap. Maka cahaya itu kembali bersinar seperti semula .

Diantara focus terpenting dalam memahami kepastian lemahnya iman dan salah satu kunci cara pengobatannya adalah mengetahui bahwa sesungguhnya iman itu bertambah dan berkurang. Ini merupakan bagian paling penting dan esensi dari akidah Ahlussunah waljama’ah . Karena sesungguhnya mereka berkata : Sesungguhnya iman itu mengikrarkan dengan lisan, mengi’tikadkan dengan hati, dan mengamalkan dengan anggota badan , akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan . Beberapa dalil dalam Al-qur’an dan Assunah telah menunjukkan hal itu diantaranya Firman Aloh :

ليزدادو ايمانا مع ايمانهم

Supaya iman mereka bertambah beserta keimanannya.

Rasul Bersabda : “Siapa diantara kalian yang bertambah imannya

Sabda Rasul Pula : “ Barang siapa diantara kalian melihat kemunkaran , rubahlah dengan tanganmu, apabila tidak mampu maka hendaklah dengan lisan, apabila tidak mampu maka hendaklah rubah dengan hatimu, namun itu merupakan selemah-lemahnya iman” ( Bukhori ).

Dampak dari ketaatan dan kemaksiatan terhadap penambahan dan pengurangan iman merupakan satu hal yang aksiomatis, valid dan eksperimental. Kalau saja seseorang keluar untuk berjalan dipasar melihat aurat yang bebas diperlihatkan dan mendengarkan hiruk pikuk suara orang-orang dipasar yang gaduh dalam pembicaraan yang penuh dengan lagwun. Kemudian dia pergi kekuburan untuk bertafakur , menenangkan hati supaya senantiasa ingat kepada kematian. Kita akan melihat dan merasakan perbedaan yang kontras dari dua keadaan tersebut. Karena hati itu akan berubah dengan cepat.

Sehubungan dengan pemahaman yang dimaksud disini salah satu perkataan orang salaf: ”Seorang hamba Alloh yang faqih adalah orang yang menjaga keimanannya , orang yang mengetahui apakah keimanannya bertambah atau berkurang dan laki-laki yang faqih adalah orang yang mengetahui gangguan syaithan yang senantiasa mendatanginya” ( Ibnu Qoyyim )

Diantara yang perlu diketahui adalah sesungguhnya iman berkurang apabila meninggalkan kewajiban dan melaksanakan apa yang diharamkan. Kelesuan keimanan seperti ini suatu hal yang tercela yang dikhawatirkan pemiliknya . Maka wajib baginya untuk bertaubat kepada Alloh serta bersegera mengobati dirinya.

Apabila kelesuan keimanan ( futur ) tersebut tidak sampai meninggalkan hal-hal yang diwajibkan atau melaksanakan apa yang diharamkan melainkan hanya kendor dan lalai dalam melaksanakan hal-hal yang disunatkan, hendaklah dia memperindah dirinya , memperkuat , dan mengevaluasi jiwa agar kembali tekun, semangat dan kuat dalam beribadah. Inilah yang dimaksud Rasululloh dalam Sabdanya : “ Setiap amal itu ada ada ketekunan dan kekuatan . pada tiap keuatan serta kesemangatannya ada kelemahan dan kelesuan. Apabila kelesuannya hanya pada sunnah, maka dia berbahagia, namun apabila kelesuannya pada selain itu maka rusaklah dia ( Ahmad).

Sebelum kita melangkah pada pembicaraan tentang penawar lemah iman. Ada baiknya kita menceritakan dahulu hal-hal sebagai berikut : Bahwa mayoritas dari orang-orang yang merasa keras hati adalah mereka yang mencari obat lemah iman dengan menyandarkan dirinya pada yang lain. Padahal semestinya mereka mengobati dirinya sendiri, hal ini merupakan hal yang sangat pokok. Karena keimanan berkait antara seorang hamba dengan robnya..

Hal-hal berikut ini akan diceritakan metode syar’i yang kiranya dapat mengobati penyakit lemah iman seorang mukmin, menghilangkan keras hati setelah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Alloh juga menempatkan dirinya dalam bermujahadah.

1. Mentadaburi Al-Qur’an yang telah diturunkan Alloh sebagai penjelas segala sesuatu, penerang dan petunjuk Alloh kepada siapapun dari hambanya.

Tidak syak lagi bahwa ini merupakan obat paling besar dan penawar yang sangat mujarab . Alloh berfirman :

وننزل من القران ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين ( الاسرئ:

Dan kami menurunkan sebagian Al-qur’an sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman

Adapun cara pengobatannya dengan mentafakuri dan mentadaburi ayat-ayat tersebut.

Sungguh rasul mentadaburi dan mengulang-ngulang ayat Al-qur’an ketika berdiri dalam salat . Hingga pernah suatu saat disuatu malam beliau mengulang satu ayat al-quran sampai datangnya waktu subuh yaitu surat al- maidah ayat 118 :

ان تعذبهم فانهم عبادك وان تغفر لهم فانك انت العزيز الحكيم

Bila engkau menyiksa mereka sesungguhnya mereka adalah hamba-hambamu, dan jika engkau mengampuninya engkau adalah dzat yang maha mulia lagi bijaksana.

Rasulullohpun dalam mentadaburi Al-qur’an luar biasa kekhusyuan dan kehidmatannya. Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab sohihnya dengan sanad yang bagus dari Ato’ dia berkata : Saya dan Ubaidillah bin Umair memasuki rumah Siti Asiyah . Ubaidillah bin Umair berkata : Ceritakanlah kepada Kami tentang hal yang paling ta’jub yang pernah engkau lihat dari Rasululloh. Siti Aisyah menangis dan berkata : “ Rasululloh salat malam dan berkata : Wahai Aisyah tinggalkanlah aku , saya hendak beribadah kepada rabku malam ini, Aisyah berkata : “ Demi Alloh sesungguhnya saya sangat menyukai muqorobah mu dan aku suka apa yang membuat engkau suka. “ Kemudian Aisyah meneruskan ceritanya: Rasulullohpun bangun, bersuci dan melaksanakan salat. Selama itu dia senantiasa menangis tanpa henti, sampai basah janggutnya . Ketika bersujud dia pun menangis sampai basah tanah yang disujudinya. Kemudian Bilal datang untuk mengumandangkan adzan salat subuh. Ketika Bilal melihat Rasul menangis dia berkata : Ya Rasululloh engkau menangis ? Padahal Alloh telah mengampuni engkau baik yang sudah maupun yang belum ? Rasululloh bersabda : Tidaklah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur . Sesungguhnya pada malam ini telah diturunkan ayat al-qur’an. Celakalah bagi orang yang membacanya namun tidak bertafakur dengannya . kemudian Rasululloh membacakan Surat al-Imron ayat 190 :

ان في خلق السماوات والارض واختلاف اليل والنهار لاايات لاؤلي الالباب

Sesunggunya pada penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam sungguh ada tanda-tanda kebesaran Alloh bagi orang- orang yang memiliki pemikiran dan mata hati.

Ini menunjukkan begitu pentingnya mentadaburi Ayat ini bahkan hukumnya wajib.

Dalam Al-qur’an terdapat konsep tauhid, janji, ancaman Alloh, hukum, berita, hisaban, etika dan akhlak. Dampaknya terhadap jiwa bermacam-macam . Begitu pula beberapa surat apa yang membuat takut jiwa lebih banyak terdapat pada surat yang lain . Salah satunya seperti sabda Rasululloh : Surat hud dan temannya membuat rambutku beruban ( Silsilah sohihah ) Dalam Riwayat lain Rasul bersabda : Surat Hud, surat al-waqi’ah, al-mursalat, annaba, attakwir membuat rambutku beruban .

Rasulullulah beruban ketika hakekat iman dan tugas berat memenuhi relung hatinya, hal ini berdampak pada rambut dan tubuhnya. Maka istiqomahlah seperti yang aku perintahkan dan orang-orang yang bertaubat bersamamu.

Sunguh para sahabat Rasululloh sering membaca, mentadaburi dan merenungi Al-qur’an sehingga ayat itu berdampak terhadap perilakunya, bagaimana Abu bakar sang sahabat paling utama , hati beliau begitu lembut sehingga ketika membaca Al-qur’an dalam salat mengimami orang-orang suaranya serak diringi isak tangis tertahan. Dialah Umar bon Khotob yang sampai jatuh sakit karena mentadaburi ayat Al-Qur’an :

ان عذابك ربك لواقع ما له من دافع

Sesungguhnya Adab Alloh ( Robmu) pasti terjadi tidak ada yang dapat menolaknya

Tangisannya terdengar dibelakang shap ketika dibacakan firman Alloh mengenai kisah Anbi Ya’kubyaitu :

انما اشكو بثي وحزي الي الله

“ Aku adukan kesusahan dan kesediahanku hanya kepada Alloh

Usman RA berkata : “ Apabila hati kita suci maka aku tidak akan merasa kenyang dari kalam Alloh” . Beliau wafat terbunuh sebagai syahid sedangkan darahnya mengalir diatas mashap. Kisah-kisah sahabat tentang hal ini sangatlah banyak . Saya dengar dari Sa’id bahwa Abdulloh bin Jubair mengulang-ulang ayat :

يوم ترجعون فيه الي الله

“ Ketika hari dikembalikannya kalian kepada Alloh

sampai 27 kali . Ayat tersebut merupakan akhir dari ayat

ثم توفي كل نفس ما كسبت وهم لا يضلمون

“ Kemudian setiap jiwa dimatikan juga mendapat balasan sesuai perbuatan, dan mereka tidak didolimi”

Ibrohim bin Basyar berkata : Ayat yang mengiringi kematian Ali bin Fudail adalah :

ولو تري اذ وقفو علي النار فقالو يا ليتنا

“ Kalau saja kamu melihat ketika mereka dihadapkan pada neraka , merka berkata “ celakalah kami, andai kami bisa kembali”.

Ketika beliau membaca Al-quran sampai ayat ini dia pun meninggal dunia”

Saya bersama orang yang salat ketika dia sampai pada ayat sajdah yaitu surat Alisro ayat 109 dia bersujud tilawah dan berkata mencela dirinya:” ini Sujudnya kemana tangisannya:”

Diantara tadabur Al-quran yang paling besar adalah mentadaburi amsal qur’an ( perumpamaan-perumpaaman dalam alqur’an) . Karena Alloh ketika menjadikan perumpamaan bagi kita dalam al-qur’an mengajak kita untuk mentadaburi dan mentafakurinya. Alloh berfirman :

ويضرب الله الامثال للناس لعلهم يتذكرون

“ Alloh menjadikan perumpamaan bagi manusia supaya mereka mengambil peringatan”

Firman Alloh :

وتلك الامثال نضربها للناس لعلكم يتفكرون

“ Perumpamaan itu kami buat bagi manusia , agar mereka berfikir”

Salah seorang salaf berfikir satu kali mentafakuri salah satu dari perumpamaan Al-qur’an , maka dia tidak dapat menemukan kejelasan dari makna ayat tersebut, sehingga membuatnya menangis. Seseorang bertanya kepadanya apa yang membuatmu menangis . Dia menangis dan berkata : sesungguhnya Alloh telah berfirman dalam surat Al-ankabut ayat 43”

“ Perumpamaan itu kami jadikan bagi manusia tidak akan ada yang memahaminya kecuali orantg-orang yang alim”

Saya yang tidak tahu perumpamaan itu, maka saya bukan termasuk orang alim, maka aku menangis karena tidak mempunyai pemahaman tentang itu.

Alloh telah memberikan perumpamaan yang banyak dalam Al-qur’an seperti perumpamaan orang yang menyalakan Api ( 2: 16), perumpamaan orang yang berbicara seperti burung hantu terhadap apa yang dia tidak dengar ( 2: 171), perumpamaan 1 biji menjadi 7 bulir dari tiap bulir 100 biji ( 2:261), perumpamaan sekor anjing yang menjulurkan lidahnya ( 7: 175), perumpamaan keledai yang memikul kitab ( Al-Jumu’ah : 3), perumpamaan tentang lalat ( 2: 26), tentang laba-laba (Al-ankabut: 41), perumpamaan orang yang buta dan orang yang tidak buta ( 12: 24), penglihatan dan pendengaran, pasir yang berada diatas batu kemudian tertiup angin, pohon yang baik dan pohon yang buruk (Ibrohim: 26), air yang turun dari langit , perumpamaan sebuah pelita yang didalamnya lampu ( Annuhr: 35). Dll.

Ibnu Qoyyim Al-jauji mengambil intisari dalam pengobatan hati yang keras bagi umat islam dengan al-qur’an. Dia berkata : Sendi dari hal itu ada 2 yaitu salah satunya memindahkan hati dari tanah air duniawi untuk tinggal ditanah air akhirat. Kemudian menerima seluruh ma’na alqur’an dengan berusaha meminta kejelasan, mentadaburi maksudnya, memahami sebab turunnya, mengambil bagian dari tiap ayat untuk diterapkan dan dijadikan obat bagi penyakit yang diderita. Maka apabila ayat tersebut turun pada penyakit hatimu , kalbu akan sembuh dengan idzin Alloh.

2. Merasakan Keagungan Alloh.

Tangga awal merasakan keagungan Alloh yaitu dengan mengetahui dan memakrifati asma dan sifatnya, bertadabur dengannya, menenggelamkan pemikiran dalam lautan maknanya. Kemudian menetapkan perasaan ini dalam hati mengalirkannya keseluruh anggota untuk diikat dalam perjalanan amal, diwadahi dengan hati bersih karena dialah raja dan tuan dari seluruh anggota badan. Dia adalah induk dan ikutan bala tentara . Apabila Hati tersebut baik maka baiklah seluruh anggota , apabila hati tersebut rusak maka rusaklah seluruh anggota badan.

Nash dalam hadits dan kitab-kitab tentang keagungan Alloh begitu banyak apabila diperhatikan dan dipikirkan muslim akan tersentak hatinya. Jiwa akan merasa rendah pada dzat maha luhur nan agung, anggota badan seorang muslim akan bersimpuh pada dzat maha mendengar nan maha tahu. Semakin bertambah kekhusyuanya pada rob yang awal dan akhir. Diantaranya seperti apa yang terkandung dalam asma Alloh yang banyak dan sifat-sifatnya yang suci. Dia maha agung, muhaimin, maha perkasa untuk memaksa, mutakabir, maha kuat dan perkasa maha besar dan luhur. Dialah dzat yang hidup, tidak akan mati. Sedangkan jin dan manusia pasti mati. Dia berkuasa atas hambanya yang kilatpun bertasbih, melaikat memuji karena saking takutnya pada rab mulia, dia mempunyai wewenang kekuasaan. . Maha berdiri tidak pernah tidur, ilmunya meliputi segala sesuatu, mengetahui apa yang terlihat mata dan apa yang tersembunyi didada. Alloh telah mensifati kekuasaan sifatnya dalam surat al-An’am: 59: “ Disisinya pintu kegaiban, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia. Dia maha mengetahui apa yang ada di daratan dan lautan. Dan tidaklah sehelai daunpun yang jatuh kecuali Alloh maha mengetahuinya. Dan tidaklah sebutir biji dikegelapan malam, baik juga yang basah maupun yang kering melainkan terdapat dalam kitab yang menjelaskan ( Al-An’am: 59)

Dan diantara keagungannya adalah apa yang diberitakan Alloh tentang dirinya. “ Dan mereka tidak mengagungkan Alloh dengan pengagungan semestinya. Padahal bumi seluruhnya berada dalam genggamannya pada hari kiamat , dan langit digulung dengan tangan kanannya,. Maha suci rob dan maha tinggi dia dari apa yang dipersekutukan ( Ajjumar: 67)

Rasul berkata : “ Alloh menggenggam bumi pada hari kiamat dan menggulung langit dengan tangan kanannya , kemudian dia berkata : Aku adalah raja dimanakah raja bumi ( Bukhori )

Akan lemah dan hancur hati bahkan bergetar dan menggigil kalau mengingat-ngingat kisah Nabi Musa ketika dia berbicara pada rabnya :

رب ارني انظر اليك

“ Ya Rob nampakkan diri engkau kepada ku agar hamba dapat melihatmu Alloh berfirman “ Kamu tidak akan dapat melihatku, tapi lihatlah kebukit itu, maka jika dia tetap ditempatnya niscaya kamu dapat melihatku. Tatkala rabnya menampakkan diri kepada Gunung, dijadikanlah gunung itu hancur luluh. Musapun jatuh pingan ( 7: 143)

Ketika Nabi menafsirkan ayat ini dia berkata : Ditangannya begini, dia menyimpan jempolnya diatas sendi paling atas dari kelingkingnya. Kemudian Rasul bersabda : “ Gunungpun hancur, maksudnya tidaklah Alloh terlihat melainkan gunung sudah hancur. Menurut riwayat muslim Hijab Alloh itu berupa cahaya , Apabila terbuka hijab tersebut, maka awan akan terbakar, tidak seorangpun yang dapat melihatnya.

Dan diantara keagungan Alloh adalah apa yang diceritakan Rasululloh : Apabila Alloh menetapkan suatu urusan dilangit, malaikat menelungkupkan sayapnya karena tunduk, takluk dan merendahkan diri dihadapan Alloh., mengagungkan firmanya , karena suara itu seperti rantai besi yang berlalu diatas sebuah besi ( Sangat sakit bila mendengarnya) . Apabila telah selesai mereka berkata pada sebagiannya : Apa yang telah difirmankan Alloh . mereka berkata :” Alloh berfirman dengan hak dialah dzat yang maha tunggal dan maha agung ( Bukhori )

Nash tentang ini banyak sekali, maksudnya adalah sesungguhnya merasakan keagungan Alloh dapat teralisasi dengan merenungi Nas-nas ini dan nas yang lainnya, untuk mendapatkan manfaat sebagai pengobatan dari penyakit lemah iman. Ibnu Qoyyim mensifati keagungan Alloh dengan kalimat yang segar dan sempurna . Dia berkata : Alloh mengatur urusan kerajaan, menyuruh, melarang , menciptakan , memberi rijki, mematikan dan menghidupkan, memuliakan dan menghinakan, mnembalikan malam dan siang, memutar hari diantara manusia , membalikkan kekuasaan dan menggantinya dengan kekuasaaan lain, urusan dan kekuasaannya menembus langit dan seluruh lapisannya., menembus bumi dan seluruh apa yang didalamnya . Juga apa yang dibawahnya, dilautan dan antariksa. Ilmunya meliputi segala sesuatu, namun dia dapat menghitung segala sesuatu . Pendengarannya mencakup seluruh suara tidak ada perbedaan sedikitpun , juga tidak ada titik serupa setitikpun. Alloh mendengar suara yang gaduh dan ribut dengan perbedaan bahasa , sesuai dengan kebutuhan bahasa tersebut. Tidak akan tersibuki dengan satu pendengaran sehingga jadi tidak mendengar suara yang lain. Tidak kewalahan dengan banyaknya permasalahan dan permintaan yang ditujukan, tidak mengeluh dengan permohonan serius dari orang-orang yang mempunyai kebutuhan. Penglihatannnya meliputi seluruh apa yang dilihat, sehingga Aloh dapat melihat semut hitam digelapnya malam dibawah batu kelam hitam pekat. Sesuatu yang gaib baginya tersaksikan dan sesuatu yang rahasia baginya begitu jelas.

يسئله من في السماوات كل يوم هو في شان ( 55:29)

“ Seluruh yang ada dilangit memohon kepadanya setiap hari dalam satu urusan “

Alloh mengampuni dosa, menghilangkan kebingungan membukakan sumpeknya pikiran, mengutuhkan yang pecah, membuat kaya orang miskin , memberikan petunjuk kepada orang-orang yang tersesat, memberi solusi pada orang yang bingung, memberi pakaian orang yang bertelanjang, mengobati orang yang sakit, membebaskan cobaan, menerima taubat, membalas kebaikan, menolong orang yang dolim, menghancurkan arogansi, menutupi aurat, mengamankan kepanikan, mengangkat derajat suatu kaum dan merendahkan kaum yang lain. Apabila penduduk langit, bumi, baik yang terdahulu maupun yang terakhir dari mereka , golongan jin ataupun manusia , semuanya betaqwa seperti taqwanya seorang manusia. Hal itu tidak akan menambah kerajaan Alloh sedikitpun. Dan apabila penduduk langit, bumi, yang terdahulu dan yang terkemudian dari golongan jin dan manusia, semuanya melakukan kefasikan seperti fasiknya seorang manusia. Hal itu tidak akan mengurangi kerajaan Alloh sebesar biji atompun. Apabila seluruh penduduk langit dan bumi yang terdahulu, dan yang terkemudian, bagian golongan jin maupun manusia, semuanya meminta kepada Alloh. Dan Alloh memberikan apa yang mereka minta sesuai dengan kebutuhannya, tidak akan mengurangi kerajaan Alloh sedikitpun, melainkan seperti menguranginya setitik air di jarum yang dicelupkan ditengah lautan. Dialah dzat awal yang tidak didahului siapapun , dzat akhir yang tidak ada seorangpun sesudahnya . Dzat yang dohir yang tidak ada seorangpun diatasnya. Dzat batin yang tidak ada seorangpun dibawahnya. Maha berkah dan maha tinggi. Alloh lah satu-satunya dzat yang paling berhak disebut, dzat yang paling berhak diibadahi. Dzat yang paling tepat dipanjatkan syukur kepadanya. Dzat yang maha besar kerajaannya, maha dermawan terhadap setiap pemohon. Dialah raja tidak ada sekutu baginya . Dzat tunggal yang tidak ada tandingan baginya. Dzat tempat bergantung yang tidak melahirkan , dzat maha tinggi yang tidak ada persamaan baginya. Segala sesuatu akan rusak kecuali Dia. Segala sesuatu akan sirna kecuali kerajaannya. Tidak ditaati segala sesuatu kecuali atas idzinnya, tidak akan ma’siyat kecuali atas ilmunya, ditaati kemudian bersyukur, maksiat diampuni, siksanya adalah keadilan , tiap nikmatnya adalah keutamaan, melekat pengawasannya, maha dekat penjagaannya, mengambil dengan kedermemawanan, menetapkan seluruh dampak, meregistrasi seluruh kepastian, seluruh hati berserah kepadanya, sesuatu yang rahasia jelas disisinya , pemberiannya firman siksanyapun firman.

انما امره اذا اراد شيا ان يقول له كن فيكن ( يسي)

“ Sungguh urusannya , apabila dia berkehandak terhadap sesuatu dia berkata “ Jadilah” maka jadilah sesuatu itu”

3. Menuntut Ilmu Syari’at

Yaitu Ilmu yang berbuah rasa khosyah kepada Alloh dan bertambah iman karenanya. Alloh berfirman : Hanyasanya orang yang takut kepada Alloh itu sebagian dari hamba Alloh yaitu seorang ulama “ ( Fatir : 28 ). Maka tidak akan sama keimanan orang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. Bagaimana bisa sama orang yang mengetahui syari’at secara mendetail dan makna syahadat beserta ketentuan–ketentuannya serta mengetahui peristiwa setelah kematian baik itu fitnah kubur, tragedi kekacauan alam mahsyar, terjadinya kiyamah, kenikmatan surga, siksa neraka , hikmah syari’ah dalam halal dan haram, mengetahui penjelasan siroh rasul dan yang lainnya. Sederajat imannya dengan orang yang jahil dalam masalah agama, tidak tahu hukum Islam serta masalah syariah yang lainnya baik yang termasuk urusan ghaib atau yang jelas. Dia bahkan bertaklid dalam masalah agama. Allah menjelaskan hal ini dalam Al qur’an Surat Azzumar ayat 09:

Artinya : “Apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu”.

4. Terlibat dalam halakah dzikir

Ini adalah sesuatu yang membuat iman kita bertambah karena banyaknya penyebab diantaranya : Buah dari dzikir kepada Allah yaitu datangnya rahmat, turunnya ketenangan, malaikat mengelilingi orang yang berdzikir, Allah mengingat mereka di tempat Maha tinggi dan membanggakan mereka dihadapan malaikat, dosa mereka diampuni seperti yang terdapat dalam hadist shohih,

Artinya “ Tidaklah suatu kaum duduk untuk mengingat Allah melainkan Malaikat mengelilingi mereka rahmat Allah didatangkan ketenangan diturunkan kepada mereka Allah pun mengingat mereka disisinya” . (HR Muslim)

Diterima dari Sahal bin Handallah, Rasulullah Saw Bersabda : “ Tidaklah berkumpul suatu kaum untuk berdzikir kemudian mereka berpisah kecuali dikatakan kepada mereka “berdirilah” dengan sepenuh pengampunan bagi kalian (Jamiussahih).

Ibnu Hajar telah berkata dzikrullah ini secara mutlak maksudnya membiasakan untuk melaksanakan kewajiban atau hal-hal yang sunnat seperti membaca Al qur’an, menelaah hadist dan mempelajaru ilmu (Fathul Bari).

Dalil yang menunjukkan bahwa Majlis dzikir itu menambah iman adalah hadist yang dikeluarkan oleh imam Muslim dalam kitab shohihnya tentang Handolah Al-Usairi dia berkata Aku bertemu dengan Abu Bakar diapun bertanya : “Apa yang terjadi padamu wahai Handolah ? “ Aku Menjawab: “ Munafik Handolah!” Abu Bakar berkata lagi:” Subhanaalah Apa yang engkau katakan” Aku berkata : “ Kami bersama Rasulullah belaiu mendengarkan kami tentang surga dan neraka sampai seolah-olah keduanya terlihat, ketika keluar dari sisi beliau anak istri dan kesibukan bisnis menenggelamkan kami sehingga menjadi banyak lupa. Abu Bakar berkata : “Demi Allah kami pun mengalami hal ini” Kemudian saya dan Abu Bakar pergi kepada Rasulullah setelah sampai Aku berkata : “Ya Rasul Handolah telah munafik, “ Rasul bertanya : “Apa itu ? Aku menjawab: “ Ya Rasul ketika kami bersama engkau kami ingat akan neraka dan syurga seakan berada dipelupuk mata, namun ketika keluar jauh dari samping kami disibuki oleh anak istri dan aktifitas lain sehingga banyak lupa kepada Alloh. Rasul berkata :” Demi dzat yang aku berada dalam genggamannya, sesungguhnya apabila kalian tetap bersama kami dalam majlis dzikir pasti para malaikat akan menyalami kalian dikamar maupun dijalan-jalan kalian. Tetapi wahai handolah berusahalah sedikit-sedikit. Rasul mengucapkannya tiga kali ( Muslim)

Para sahabat bersemangat untuk duduk berdzikir dalam rangka meningkatkan keimanan. Muadz berkata : Duduklah bersamaku kita berdzikir sebentar (Sanadnya sohih)

5. Memperbanyak amal solih dan mengisi waktu dengannya

Ini adalah merupakan penawar iman yang paling besar serta mempunyai dampak yang sangat kuat dalam memperkuat iman. Hal ini dipertegas oleh hadits ketika Rasul bertanya kepada Para Sahabat : Siapa diantara kalian yang saum pada padi hari ini ? Abu Bakar menjawab “ Saya “ . Rasul bertanya lagi: Siapa diantara kalian yang hari ini mengantarkan zenajah? Abu Bakar menjawab : “ Saya” . Rasul bersabda lagi: Siapa diantara kalian yang memberi makan kepada orang miskin hari ini ? Abu Bakar menjawab : Saya . Rasul bersabda: Tidaklah semua ini berkumpul pada seseorang kecuali dia masuk surga ( Muslimn)

Kisah ini menunjukkan bahwa sesungguhnya Abu Bakar bersemangat sekali dalam mempergunakan kesempatan untuk beribadah secara variatif sehingga ketika rasululloh bertanya tentang amal soleh tersebut. Abu Bakarlah yang berhasil menjawabnya. Ini menjadi bukti bahwa hari-hari Abu Bakar dipenuhi dengan ketaatan.

Para ulama salap sangat memperhatikan sepenuh waktunya untuk menambah amal soleh dengan sempurna. Seperti yang terjadi pada Hammad bin Salmah, Umar Abdurahman bin Mahdi mereka berkata : “ Sesungguhnya engkau akan mati besok, dia tidak akan mampu menambah lagi amal soleh sedikitpun, karena itu sekarang penuhilah waktu tersebut dengan amal soleh”.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan orang islam dalam masalah amal soleh :

a. Bersegera melaksanakannya.

Firman Alloh :

وسارعو الي مغفرة من ربكم وجنة عرضها السماوات والارض اعدت للمتقين

Dan bersegeralah kalian kepada pengampunan rabmu juga surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang diperuntukkan bagi orang-orang yang bertaqwa

Firmannya pula

“ Berlomba-lombalah menuju pengampunan dari rob kalian dan surga yang lebarnya seperti lebar langit dan bumi” .

Pesan dari ayat ini sungguh menggerakkan para sahabat untuk bersegera dalam kebaikan.

Diriwayatkan dari Imam Muslim dalam kitab Sohihnya Dari Anas bin Malik dalam kisah perang badar ketika orang-orang musyrik telah mendekati orang-orang muslim, Rasul bersabda : “ Bersegeralah menuju surga yang lebarnya selebar langit dan bumi” . Umair bin Himan Al-Ansory bertanya : “ Wahai Rasululloh benarkah surga itu selebar langit dan bumi ? Benar Jawab Rasul . Umair berkata : “ Wah “ . Rasul bersabda : Apa yang membebanimu dengan perkataan Wah ? Umair menjawab : Demi Alloh tidak wahai Rasul kecuali sebuah pengharapan semoga aku termasuk penduduk surga . Rasul bersabda : “ Sesungguhnya engkau adalah diantara ahli surga” . Umairpun mengeluarkan kurma dari kantongnya dia memakan sebagian kurma itu dan berkata : “ Sungguh kalau aku masih hidup ketika kurma itu habis ku makan. Terlalu panjang hidup ini” . Diapun mecampakkan kurma tersebut dan maju bertempur dimedan perang sampai gugur sebagai syahid.

Nabi musa begitu cepat-cepat ingin bertemu dengan Alloh dengan mengatakan ” Aku bersegera kepadamu ya Ra rob agar engkau ridlo”

Allohpun memuji Nabi Jakaria dan keluarganya yang bersegera dalam kebaikan “ Sesungguhnya mereka bersegera dalam kebaikan dan berdo’a kepada kami dengan penuh harap dan cemas . Mereka bertindak khusyu kepada kami” .

Nabi bersabda : “ Pelan-pelanlah dalam segala sesuatu kecuali dalam amal akherat” ( Abu Daud )

b. Kontinue dalam melaksanakan kebaikan

Rasululloh bersabda : Dari robnya dalam hadits qudsi : “ Tidaklah hambaku terus menerus mendekatkan diri kepadaku dengan amalan sunat sehingga aku mencintainya ( Bukhori )

Kalimat “ majaala “ menyatakan kontinuitas.

Rasul bersabda :” Ikutkanlah haji itu dengan umroh ( Tirmidzi)

Kalimat “ Almutaba’ah “ juga maksudnya kontinuitas atau berkesinambungan. Ini merupakan prinsip yang sangat penting dalam memperkuat iman dan tidak boleh berleha-leha sehinga aktivitas jadi terhenti , fasif dan tersendat-sendat. Aktivitas yang sedikit namun berkesinambungan lebih baik dari pada amal yang banyak tetapi terhenti.

Membiasakan amal soleh pasti akan memperkuat iman. Sungguh Rasul pernah ditanya : “ Amal apa yang paling dicintai Alloh . Nabi menjawab : “ Amal yang dawam ( berkesinambungan) walaupun sedikit “ ( Bukhori ) Nabi apabila mengerajakan sesuatu amal dia menetapkannya.

c. Bersungguh –sungguh didalamnya

Sesungguhnya obat keras hati bukan hanya obat yang temporer sekali dilakukan langsung sembuh. Keimanan menjadi kuat dalam jangka waktu yang lama, kemudian kembali menjadi lemah melainkan mesti adanya kebangkitan yang berkesinambungan dalam keimanan. Hal ini tidak bisa terjadi tanpa adanya kesungguhan dalam beribadah.

Alloh telah mengingatkan dalam kitabnya tentang kesungguhan para kekasihnya beribadah dalam tingkah yang bermacam-macam dalam Firmannya :” Sungguh dia beriman kepada ayat-ayat kami yang apabila disebutkan ayat-ayat tersebut mereka jatuh tersungkur untuk bersujud dan bertasbih menuju rob mereka dan mereka tidak menyombongkan diri ( ) Lambung mereka jauh dari tempat tidur , karena banyak berdo’a kepada rob mereka dengan penuh ketakutan dan harapan serta menafkahkan sebagian rijki yang telah kami berikan kepada mereka “( Assajdah : 15-160

Firman Alloh dalam surat Addariat ayat 17-19 “

Mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam dan diakhir malam mereka memohon ampun kepada Alloh * Dan pada harta - harta mereka ada hak untuk orang-orang yang miskin dan orang-orang yang tidak mendapatkan bagian

Kalau kita menelaah kepada perilaku salap dalam menyatakan sifat-sifat orang yang beribadah kita akan menemukan sesuatu yang menakjubkan dan pantas untuk ditauladani. Diantara mereka ada yang terbiasa menghatamkan Al-qur’an tiap 7 hari sekali, atau tiap hari dia membaca 1/7 alqur’an. Ketika dalam perang mereka tetap melakukan salat malam, senantiasa berdzikir dan salat tahajud, walaupun didalam penjara, mereka senantiasa berbaris berjamaah dalam salat dan perjuangan, air mata mereka senantiasa mengalir dipipi memikirkan penciptaan langit dan bumi, mereka mengecoh anak dan istrinya seperti mengecoh anak-anak. Ketika istri-istrinya tidur mereka beranjak dari tempat tidurnya untuk melaksanakan salat malam. Mereka membagi malam untuk diri dan keluarga mereka, dan mempergunakan siang hari untuk melakukan saum, belajar, mengajar, mengiringi jenajah, menengok orang sakit, dan memenuhi kebutuhan manusia. Mereka tidak pernah ketinggalan takbirotul ihram imam dalam salat berjamaah, hatinya senantiasa terkait dengan masjid menunggu waktu solat setelah salat. Mereka mencarikan salah satu penolong dalam keluarga saudaranya yang telah meninggal untuk diberi nafakah, karena hal inilah keimanan mereka senantiasa bertambah.

d. Tidak adanya kebosanan jiwa

Mendawamkan ibadah atau bersungguh-sungguh didalamnya kadang mendatangkan kejenuhan sehingga jadi tidak melaksanakannya lagi karena bosan . Justru supaya ibadah tidak terhenti dan seimbang antara dua hal yaitu dengan melaksanakan ibadah yang mereka mampu, giat, tekun dan sabar ketika melihat tantangan atau halangan , sederhana ketika putur. Gambaran ini terekam dalam sebuah hadits: “ Sesungguhnya agama ini gampang , agama tidak memberatkan salah seorang kecuali orang tersebut dapat mengatasinya. Maka bertindak tegaslah dan dekatkanlah “ ( Bukhori )

Dalam riwayat lain dikatakan :” Target itu adalah suatu tujuan yang harus dicapai maka raihlah ( Bukhori ).

Imam Bukhori dalam bab tentang jeleknya membebani diri dalam ibadah . Dari Anis RA dia berkata : Rasululloh masuk masjid , ketika itu dia melihat tali terbentang antara dua tiang . Rasul bertanya : Tambang apa ini ? mereka menjawab:” Ini tambang kepunyaan Jainab, apabila dia lemah ketika sedang salat, dia menggantung pada tali itu. Nabi bersabda : Tidak, bukalah , hendalah kalian salat dengan semangat, apabila kalian lemah maka salatlah sambil duduk.

Ketika Rasululloh mengetahui bahwa Abdullah bin Amr bin Ash melaksanakan saum sepanjang malam dan saum tiap hari terus menerus, beliau melarangnya berbuat demikian dan menjelaskan sebabnya dengan berkata:” Sesungguhnya engkau jika melakukan demikian akan lemah matamu dan badan akan lesu “ Kemudian Rasul menambahkan :” Penuhilah amal ibadah kalian sekemampuan, karena sesungguhnya Alloh tidak akan bosan sehingga kalian bosan, dan amal yang paling dicintai alloh adalah yang dawam ( berkesinambungan ) walaupun sedikit.

e. Menambal amal yang terlewat

Diterima dari Umar bin Khotob sesungguhnya Nabi SAW bersabda : “ Barang siapa yang tertidur dari membaca al-qur’an pada suatu malam atau tertinggal sesuatu, malam itu kemudian dia membacanya antara salat subuh dan salat duhur, baginya dituliskan sebagai mana membaca pada malam hari ( Nasa’i)

Dari Aisyah RA : dia berkata : Rasululloh apabila mengerjakan salat dia mendawamkannya, dan apabila terlewat pada satu malam karena tertidur atau sakit kepala beliau menggantinya dengan salat 12 rakaat pada siang hari ( Ahmad).

Dalam riwayat lain :” Rasululloh apabila tertidur pada suatu malam atau sakit kepala dia salat 12 rakaat siang hari” ( Muslim).

Ketika Ummu Salamah melihat Rasululloh salat 2 rakaat setelah asyar dia menanyakan hal tersebut. Rasulpun menjawabnya : “ Wahai anak perempuan Ibnu Umayah, engkau bertanya tentang 2 rakaat setelah asar. Sesunguhnya telah datang kepadaku seseorang dari Abul Ais mereka menyibukkan aku dari 2 rakaat setelah duhur. Nah dua rakaat ba’da asar ini adalah yang itu ( Salat ba’da duhur) (Bukhori )

Rasululloh apabila tidak salat 4 rakaat sebelum duhur beliau melakukan salat ba’da duhur 4 rakaat ( Tirmidzi) Hadits ini menjadi bukti adanya qodo solat rawatib . Ibnu Qoyyim Aljauji memaparkan masalah saum Rasul pada bulan sya’ban yang lebih banyak dari pada bulan yang lain dengan 3 pengertian . Diantaranya karena sesungguhnya rasululloh suka melaksanakan saum 3 hari dalam tiap bulan, ketika hal tersebut terlewatkan karena sibuk beliau mengumpulkanya pada bulan sya’ban untuk mendapatkannya sebelum saum wajib pada bulan ramadhan.

Rasul senantiasa melakukan i’tikap pada 10 hari terakhir dibulan ramadhan maka ketika i’tikap tersebut terlewat karena perjalanan maka beliau melakukan i’tikap 20 hari pada tahun berikutnya ( Fathul Bari).

f. Berharap ibadahnya diterima dan takut ditolak.

Setelah bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ketaatan, kita perlu merasa takut bila ketaatan itu ditolak oleh Alloh. Dari Aisyah Ra beliau berkata : Aku bertanya kepada Rasululloh tentang ayat :

والذين يوتون ما اتو وقلوبهم وجلة

“ Dan orang-orang yang mendatangkan apa yang mereka datangkan sedangkan hatinya bergetar”

Aisyah bertanya : “ Apakah mereka orang-orang yang meminum khamar dan mencuri? Rasul menjawab : Bukan wahai putri Abu Bakar, melainkan mereka itu orang-orang yang melaksanakan saum, salat dan bersodakoh sedangkan dirinya merasa takut bila ibadahnya tidak diterima, mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam kebaikan ( Tirmidzi).

Abu Darda berkata : “ Sungguh aku meyakini bahwa sesungguhnya Alloh menerima solatku satu kali lebih aku cintai dari pada dunia dan isinya, karena sesungguhnya Alloh berfirman : “ Bahwasanya Alloh hanya menerima amal dari orang-orang yang bertaqwa” ( Ibnu Katsir ).

Diantara sifat orang mukmin adalah menghinakan diri didepan kewajiban yang mesti dilakukan dari sebagian hak Alloh. Rasul bersabda : Kalau sesungguhnya seorang laki-laki yang diberjalankan pada wajahnya dari hari dilahirkan sampai hari kematiannya kerana pikun dijalan Alloh, dia tetap menghinakannya pada hari kiamat ( Imam Amad).

Maka barang siapa yang mengetahui Alloh dan dirinya telah jelas baginya bahwa apapun besertanya berupa harta benda, anak ataupun tidak akan cukup menebus semua yang Alloh berikan berupa surga. Hanya saja Alloh menerima semua itu karena berkat kemuliaan, kedermawanan dan keutamaannya. Allohpun berkenan memberikan pahala karena kemuliaan, kebaikan dan fadlahnya.

6. Variasi dalam ibadah

Diantara rahmat dan kebijaksanaan Alloh adalah adanya warna-warni dalam ibadah. Diantaranya ada yang dengan badan seperti salat, Ada yang dengan harta seperti zakat, ada yang dengan badan dan harta seperti haji, ada yang dengan lidah seperti dikir dan du’a. Sehingga satu macam ibadah bisa terbagi pada hal –hal yang fardu dan sunat, yang fardu bermacam-macam, begitu pula ibadah yang sunat. Seperti salat didalamnya ada salat rowatib 12 rakaat dalam 1 hari, diantaranya ada yang lebih kecil kedudukannya seperti 4 rakaat sebelum ashar dan salat duha. Ada juga yang lebih tinggi kedudukannya seperti salat malam dengan cara yang berbeda-beda, bisa dua rakaat, atau empat empat kemudian 3 witir, ada yang 5 rakaat , 7 atau 9 dengan 1 tahiyat. Begitu pula orang yang menekuni ibadah dia akan menemukan warna yang begitu variatif dalam jumlah, waktu, cara, bentuk ,sifat dan hukum. Bisa saja diantara hikmah dalam hal ini adalah supaya jiwa tidak merasa bosan dan terus menerus mendapatkan hal baru, lantas sesungguhnya jiwa itu tidak bersifat homogen dalam hal kecenderungan kemungkinan dalam kemampuan. Terkadang sebagian jiwa merasa nyaman dalam melaksanakan ibadah lebih banyak dari yang lainnya. Dan maha sucilah dzat yang telah menjadikan beberapa pintu surga terhadap variasi ibadah seperti termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh. Sesungguhnya Rasul bersabda: “ Barang siapa yang berinfaq dijalan Alloh maka akan dipanggil dipintu surga, wahai hamba Alloh ini bagus, maka apabila dia ahli salat dia akan dipanggil dari pintu salat, apabila termasuk ahli jihad dia dipanggil dari pintu jihad, dan apabila termasuk ahli saum dia akan dipanggil dari pintu royyan, apabila termasuk ahli sodakoh dia akan dipanggil dari pintu sodakoh” .( Bukhori ).

Maksudnya adalah memperbanyak ibadah nafilah dalam setiap ibadah. Adapun ibadah yang wajib harus dilakukan semuanya. Rasul bersabda :”Al-walid akan masuk pintu surga paling tengah”. Maksud dari Al-walid adalah orang yang berbuat baik terhadap orang tua. Bisa jadi manfaat dari variasi ibadah ini dalam upaya mengobati lemah iman, dan memperbanyak ibadah yang membuat jiwa ini cenderung kepadanya beserta penjagaan terhadap hal-hal yang fardu dan wajib yang telah Alloh perintahkan. Mumkin juga bagi seorang mukmin yang menghadapi nas-nas ibadah akan menemukan macam-macam tersendiri yang mempunyai corak dan dampak serta makna-makna yang halus dalam jiwa yang kadang tidak dapat ditemukan pada ibadah yang lainnya. Ini adalah dua contoh sebagai berikut:

Contoh 1

Diriwayatkan oleh Abu Dar Algifari dari Raululloh beliau bersabda : 3 gol yang dicintai Alloh dan 3 golongan yang dibenci Alloh, adapun 3 golongan yang dicintai alloh adalah : 1. Seorang laki-laki yang bertemu musuhnya dalam satu situasi, maka dia menancapkan bendera menyingsingkan lengan untuk bertempur habis-habisan sampai sampai dia terbunuh atau memenangkan pertarungan. 2. Suatu kaum yang sedang dalam perjalanan , yang begitu panjang perjalanan mereka, sehingga dia menginginkan untuk menyentuh tanah , maka merekapun turun. Salah seorang diantara mereka memisahkan diri kemudian salat sehingga menetapkan mereka dalam perjalanannya. 3. Seorang laki-laki yang memiliki tetangga yang senantiasa menyakitinya maka dia sabar terhadap setiap gangguannya sampai dipisahkan oleh kematian atau pemberangkatan ( Ahmad).

Contoh 2:

Seorang laki-laki datang kepada Rasululloh mengadukan kekerasan hatinya, maka rasul bersabda kepada laki-laki tersebut :” Apakah kamu ingin hatimu lembut dan mendapatkan apa yang dibutuhkan ? sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya dan berilah dia makanan dari makanan kamu nisacaya hatimu akan lembut dan keinginan kau akan tercapai ( Tobroni).

Hadits ini menjadi saksi yang praktis bagi konsep pengobatan lemah iman.

7. Diantara Obat lemah Iman adalah Takut terkena Su’ul Khotimah

Karena sesungguhnya kekhawatiran itu akan memotivasi orang–orang islam dalam melaksanakan ketaatan juga akan memperbaharui iman dalam hati, Adapun su’ul khotimah penyebabnya banyak sekali. Diantaranya : Lemah iman dan tengelam dalam kemaksiatan. Nabi SAW menyebutkan hal ini dalam berbagai ilustrasi seperti hadits berikut : “ Barang siapa yang membunuh dirinya dengan besi maka besi tersebut akan tetap berada ditangannya kemudian dia menikam sendiri keperutnya dineraka jahanam berkali-kali tanpa henti, abadi takkan pernah berakhir. Dan barang siapa yang meminum racun kemudian terbunuh maka dia akan merasakan pahitnya minum racun tersebut selamanya dineraka jahanam. Barang siapa yang menjatuhkan diri dari sebuah bukit untuk bunuh diri maka dia akan dilempar dari bukit di neraka jahanam selamanya “ ( Muslim).

Telah terjadi peristiwa pada jaman Rasululloh seperti maksud hadits diatas. Diantaranya kisah seorang laki-laki ditengah-tengah tentara islam . Dia bertempur memerangi orang-orang kafir dan tidak ada yang dapat melukai dirinya . Namun Rasul berkata tentang orang ini : “ Sesungguhnya dia termasuk ahli neraka “ Maka ada seorang laki-laki dari kaum muslimin yang mengikuti Laki-laki tersebut ternyata laki-laki tersebut terkena luka yang begitu parah dia mempercepat kematiannya dengan menikamkan pedang diantara dua susunya sampai meninggal ( Bukhori).

Tingkah dan gambaran manusia dalam su’ul khotimah sangat banyak . Para ulama mencatat beberapa gambaran. Diantaranya apa yang diceritakan oleh Ibnu Qoyyim Ajjauji dalam kitab Ada Waddawa. Sesungguhnya diceritakan kepada sebagian mereka ketika kematian seseorang :” Katakanlah Lailaahaillalloh , dia malah menggigau dengan nyanyian. Ketika dikatakan pada seorang yang perdagangannya melupakan diri dari mengingat Alloh , Ketika kematiannya hadir kemudian dikatakan ucapkan laailaahaillalloh . Dia malah berkata : “ Ini potongan yang baik, ini bagus untukmu, dibelinya dengan murah, Sampai dia mati” .

Diriwayatkan bahwa sesungguhnya sebagian tentara An-Nasir dicengkeram kuku kematian. Kemudian anaknya berkata : Ucapkanlah Laailaahaillalloh . Maka dia berkata : Tuhanku adalah raja Annasir . Anaknya berkali-kali menalqininya namun tetap saja tentara tersebut mengucapkan hal yang sama sampai dia meninggal dunia. Dan dikatakan pula pada orang lain yang sedang sakaratul maut : ucapkan Laailaahailloh , dia malah berkata : Tempat sipulan lebih bagus kalau begini-begini, kebun sipulan lebih bagus kalau begini-begini, kerjakanlah kebun si pulan.. Seorang pendidik dalam sakaratul mautnya ditalqini , dia malah mengatakan 10 + 11 kemudian mengulangnya hingga mati. Sebagian dari mereka ada yang menghitam wajahnya atau berpaling memalingkan wajah dari arah kiblat.

Ibnu Jauji Rohimakumulloh berkata : “ Sungguh aku mendengar sebagian orang yang aku kira banyak kebaikannya ternyata berkata dimalam kematiannya “ Tuhanlah yang telah mendolimiku” maha tinggi Alloh dari ucapannya. Dia mengatakan dolim kepada Alloh sedangkan dia berada diatas kasur kematian. . Kemudian Ibnu jauji meneruskan perkatannya : Maka aku senantiasa gelisah memikirkan orang yang baru kutemukan hari ini .

Subhanalloh begitu banyak orang-orang yang menyaksikan ibroh ini, dan hal-hal yang luput serta terlewat dari kesaksian mereka tentang tingkah orang-orang yang sakaratul maut lebih banyak lagi.

8. Memperbanyak mengingat kematian

Rasul bersabda : “ Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan yaitu kematian “ ( Tirmidiz)

Mengingat kematian akan mencegah orang untuk melakukan kemaksiatan, dan melembutkan hati yang keras, dan tidaklah seorang yang sempit dalam hidupnya kemudian dia mengingat kematian melainkan akan diluaskan dadanya.

Diantara cara mengingat kematian paling besar adalah dengan berjiarah kubur. Oleh karena itu Rasululloh memerintahkan kita untuk berjiarah kubur: Aku pernah melarang kalian berjiarah kubur, ingatlah hendaknya kalian berjiarah kubur karena hal itu akan melembutkan hati, mencucurkan air mata dan mengingatkan akan akhirat dan janganlah kalian mengatakan bermimpi atau menggigau” .

Bahkan boleh seorang muslim menngunjungi kuburan orang kafir untuk bahan peringatan dan dalil yang menunjukkan hal itu ada dalam hadits sohih sesungguhnya Rasul berjiarah kemakam ibunya maka beliau menangis dan menangislah orang-orang disekitarnya . Rasul bersabda: “ Aku memohon izin kepada robku untuk memohonkan ampun bagi ibuku namun dia tidak mengizinkanku, maka aku meminta izin untuk menziarahi kuburannya Allohpun mengizinkan aku. Maka hendaklah kalian berjiarah kubur karena sesungguhnya hal itu akan mengingat kematian” ( Muslim)

Jiarah kubur merupakan sarana yang paling besar dalam melembutkan hati dan berguna bagi penjiarah dalam mengingat kematian . Selain itu juga orang yang sudah matipun mendapat manfaat dari du’a yang dikirimkan kepadanya. Diantaranya seperti yang termaktub dalam hadits :

السلام عليكم يا اهل الديار من المؤمنين والمسلمين ويرحم الله المستقدمين منا المستاخرين وانا انشاء الله بكم لا حقون ( مسلم )

Keselamatan bagi kalian wahai penduduk tempat ini dari orang-orang yang beriman dan orang-orang islam, dan semoga Alloh memberi rahmat terhadap orang-orang yang terdahulu dari kami, dan Insya Alloh saya menyusul kalian .

Penting bagi orang yang berziarah kubur melaksanakan adab ziarah kubur, menghadirkan hatinya dalam pelaksanaan ibadah tersebut, serta bertujuan berziarah kubur ini hanya untuk mendapatkan ridlo Alloh dan memperbaiki kerusakan hati. Kemudian mengambil pelajaran dari orang-orang yang berada dibawah tanah diperut bumi yang terputus dari sanak keluarga para kekasih dan teman-temannya. Seorang peziarah kubur hendaknya memikirkan perilaku orang yang sudah lewat dari teman-temannya yang terdahulu dalam generasi. Mereaka adalah orang-orang yang telah mencapai cita-cita dan dapat mengumpulkan harta. Bagaimana mereka dapat terputus dalam cita-citanya . Hartanyapun tidak menolong dan mencukupkan dirinya dalam kematian tersebut. Kehalusan wajah dihapus dengan tanah dan pekuburan bagian tubuhnya terpisah . Merekapun meninggalkan istri-istrinya menjadi janda dan anak-anaknya menjadi anak yatim. Dengan pemikiran dan perenungan seperti ini hendaknya mereka mengingat bahaya penipuan dengan berbagai penyebab serta kecenderungan kepada kesesatan , serta permainan-permainan yang sia-sia.

Perlu kiranya kita memikirkan bagaimana seorang mayit dihancurkan kakinya, copot kedua matanya dan lidahnya dimakan belatung tanah serta giginya pun rontok semua.

Wahai orang-orang yang menjerit dalam seruan kecelakaan

Sungguh tanda-tanda kematian berupa uban

dan ketuaan telah menyeru kalian

Bia engkau tidak mendengar pengingat kematian

Tidakkah engkau sadar terhadap apa yang ada dikepala .

Lihat dan dengar

Tidak ada orang yang lebih buta dan tuli

Selain seorang laki-laki yang tidak mengambil petunjuk dengan mata dan daya nalar

Tidaklah waktu itu abadi, tidak juga dunia , angkasa luar yang tinggi

Tidak juga cahaya matahari dan bulan

Suka tidak suka dia akan meninggalkan dunia

Perpisahan bagi tamu yang datang dan pergi

Barang siapa yang mengingat kematian dia akan dimuliakan dalam 3 hal: mempercepat taubat, qonaahnya hati dan tekunnya ibadah. Barang siapa yang melupakan kematian dia akan disiksa dengan 3 hal: menunda-nunda taubat meninggalkan ridlo orang dengan menolak dan bermalas-malasan dalam hidayah.

Diantara yang berdampak terhadap jiwa dalam menyaksikan kematian adalah melihat orang yang sedang sakaratul maut. Karena melihat kematian dan menyaksikan sakaratul maut serta memikirkan bentuknya setelah kematian berlalu cukup membuat terputus segala bentuk kenikmatan badan, akan mencegah kelopak mata dari tidur pulas dan mencegah badan dari beristirahat, memotivasi diri untuk banyak bekerja dan menambah kesungguhan dalam beribadah.

Imam Hasan Basri menjenguk orang sakit dan dia menemukan orang tersebut sedang sakaratul maut. Dia melihat kebingungan dan bencana besar sedang turun menimpanya. Dia kembali kepada keluarganya dengan perubahan warna tidak seperti semula. Mereka berkata kepada sisakit : “ Makanlah semoga Alloh merahmatimu” . Hasan Basri berkata : Wahai keluarga yang sakit hendaklah kalian menyimpan makanan dan minuman kalian. Demi Alloh sungguh aku telah melihat pergulatan dirinya yang tidak dapat aku tolong sampai dia menemui Alloh ( Tazkiroh).

Diantara kesempurnaan merasakan kematian adalah melaksanakan salat jenajah, memikulnya dileher dan pergi mengiringinya kepekuburan untuk mengebumikan mayit, menimbunnya dengan tanah. Itu semua akan mengingatkan kepada akhirat. Rasul bersabda : Tengoklah orang sakit , iringilah jenajah, hal itu akan mengingatkan kalian kepada akhirat. ( Hr. Ahmad).

Sehubungan dengan hal itu kita paham betul karena sesungguhnya dalam mengiringi jenajah itu ada pahala yang sangat besar. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits : “ Barang siapa yang menyaksikan jenajah dirumahnya dengan penuh keimanan dan karena Alloh hingga mensalatinya maka dia mendapat 1 qirot pahala. Dan barang siapa yang menyaksikannya sampai kepekuburan dia mendapat 2 qirot pahala. Seseorang bertanya : Ya Rasululloh apa itu 2 qirot ? Rasul menjawab : seperti dua gunung yang besar . Dalam riwayat lain setiap qirot seperti gunung uhud “ ( Bukhori Muslimn).

Para ulama salaf mengingatkan kematian ketika memberikan nasihat kepada seorang laki-laki yang terjerumus kepada kemaksiatan . Inilah salah seorang ulama salaf ketika dimajlisnya ada seorang laki-laki yang sedang melakukan gibah. Maka ulama itu berkata dan memberi petuah untuk tidak gibah. Ingatlah kamu pada kapas yang diletakkan orang pada kedua matamu ketika dikapani.

9. Diantara sesuatu yang memperbaharui iman dalam hati adalah mengingat kedudukan akhirat.

Ibnu Qoyyim berkata : “ Apabila pemikiran seseorang sehat maka pasti dia mempunyai basiroh yaitu cahaya yang bersarang dalam hati, yang dengannya dapat melihat janji dan ancaman Alloh, surga dan neraka. Dan apa-apa yang dijanjikan Alloh terhadap para kekasihnya juga ancaman yang Alloh berikan pada musuh-musuhnya . Dia akan melihat manusia keluar dari kuburnya bergegas menghadap kepada seruan rob mereka yang hak. Sungguh malaikat langit telah turun kemudian meliputi mereka dan Allohpun datang, ditegakkan kursinya untuk membahas dan menggelar persidangan akbar. Bumipun memancarkan cahayanya , kitab-kitab ditempatkan, didatangkanlah para nabi dan saksi. Timbangan telah ditegakkan,. Lembaran catatan amal telah dibuka, seluruh persengketaan terakumulasi saling menuntut secara tuntas. Dikaitkanlah setiap kerugian pada kerugiannya, telah dihamparkan telaga lengkap dengan gelas yang tersedia dipinggir telaga tersebut. Banyak sekali orang yang haus dan sedikit sekali orang yang menemukan telaga tersebut. Dipancangkan jembatan Sirotul Mustaqim sebagai titian dimana tiap orang melewatinya. Orang-orangpun berdesakan menuju kearahnya. Cahaya terbagi-bagi bagi orang - orang yang melewatinya . Sedangkan api neraka siap melahap dan menghancurkan mereka didalamnya . Orang yang jatuh begitu banyak terdiri dari berbagai golongan, begitu pula beberapa golongan dari orang selamat.

Maka terbukalah dalam hatinya mata hati yang melihat semua itu. Dan berdiri dalam hatinya satu penyaksian dari saksi akherat yang dilihatnya secara abadi. Diapun melihat dunia dengan kepanaan dan cepatnya berlalu.

Dalam Al-qur’an banyak terdapat peringatan untuk menyaksikan hari akhir dalam beberapa surat seperti surat qof, Al-qiyamah, al-waqi’ah, Almursalat, Annaba, Almutofifin, Attakwir. Begitu pula dalam beberapa hadits yang membahas bab ini banyak sekali seperti kejadian kiamat , surga dan neraka.

Tidak kalah pentingnya disamping itu banyak sekali buku-buku bacaan kalangan ulama yang membahas tentang hal ini seperti Hadil Arwah karangan Ibnu Qoyyim Aljauji, Nihayah Pil Fitan Wal Malahim karangan Ibnu Katsir, Attadikiroh Pi Ahwalil Maut Wal Akherat karangan Alqurtuby, Al-qiyamatul Qubra, wal Jannah Wannar Liumril Asgor dan lain sebagainya.

Maksudnya adalah diantara hal yang dapat menambah keimanan adalah mengetahui dengan yakin tentang penyaksian kiamat , seperti hari kebangkitan, penggiringan, pengumpulan manusia, pertolongan, perhitungan, pembalasan, kisos, mijan, telaga, sirot dan tempat yang tetap abadi bernama surga dan neraka.

10. Diantara sesuatu yang dapat menambah keimanan adalah berinteraksi dengan ayat-ayat kauniah.

Imam Bukhori Muslim dan rowi yang lainnya meriwayatkan “ Sungguh Rasululloh ketika melihat mega atau angin berubah wajahnya . Maka Aisyah berkata :” Wahai Rasululloh saya melihat orang-orang kalau melihat mega mereka berbahagia karena mengharapkan turunnya hujan. Tapi saya melihat engkau ketika melihatnya terlihat wajah tidak menyenangkan” . Rasul bersabda: Wahai Aisyah apa yang mengamankan aku dari hal itu berupa siksa karena banyak sekali kaum yang disiksa oleh angin dan kaum yang melihat siksa itu berkata : Ini hujan yang akan menyiram kita ( Muslim)

Rasululloh ketika melihat gerhana , bangkit secara serentak . Seperti diriwayatkan oleh Bukhori dari Abu musa :” Telah terjadi gerhana matahari , dia bangkit takut kalau hal itu merupakan kiamat “ ( Fathul Bari).

Rasul menyuruh kita untuk melaksanakan salat ketika terjadi gerhana matahari dan bulan dan memberi tahu bahwa sesungguhnya gerhana bulan dan matahari adalah salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Alloh yang patut ditakuti hamba-hambanya. Tidak syak lagi bahwa interaksi hati terhadap fenomena ini dan menghawatirkannya merupakan hal yang dapat memperbaharui iman dalam hati. Termasuk didalamnya mengingat siksa Alloh, kebesaran, kegagahan, keagungan, kekuasaan, kekuatan dan kekuasaannya. Siti aisyah berkata : Rasululloh mengambil tanganku kemudian memberi isyarah kepada bulan dan berkata : “ Wahai aisyah berlindunglah kepada Alloh dari kejelekan benda itu., karena sesungguhnya dia adalah yang menjadi gelap gulita ketika terbenam” ( Ahmad)

Diantara contoh hal tersebut adalah merasakan dampak ketika melewati tempat penghancuran , penyiksaan dan kuburan orang-orang dolim.

Telah diriwyatkan oleh Ibnu Umar sesungguhnya Rasul SAW berkata kepada para sahabatnya ketika mereka sampai dipadang hijau “ janganlah kalian memasuki tempat orang-orang yang disiksa ini kecuali kalian menangis . Apabila tidak membuat kalian menangis janganlah memasukinya niscaya tidak akan terjadi terhadap kalian apapun yang menimpa mereka” ( Bukhori ).

Inilah yang harus kita lakukan lalau bagaimanakah dengan perilaku orang-orang saat ini yang pergi ketempat-tempat tersebut hanya sekedar berjalan-jalan , tamasya dan photo-photo.

11. Diantara hal yang sempurna dan sangat penting dalam mengobati penyakit lemah iman adalah Berdzikir kepada Alloh.

Dzikrulloh adalah hiasan , pelita dan penawar hati juga obat ketika hati terjangkit penyakit. . Dzikrulloh merupakan ruh dari amal soleh . Sungguh Alloh telah memerintahkan hal ini dalam firmannya :

باايها الذين امنوااذكروا الله ذكرا كثيرا

“ Hai orang-orang yang beriman berzikirlah kalian kepada Alloh dengan dzikir yang banyak”

Dzikrulloh lebih besar dari pada segala sesuatu seperti firmannya :

ولذكر الله اكبر

Dan sungguh dzikrulloh itu lebih besar.

Inilah yang diwasiatkan rasul kepada orang-orang yang seanantiasa memegang teguh syari’at islam dalam sabdanya :

Lidahmu senantiasa basah dengan dzikrulloh” ( Tirmidiz)

Inilah keridoan Alloh yang mengusir keberadan syaithon, menghilangkan gamang dan bingung menarik rijki, membuka pintu ma’rifat . Dzikrulloh juga merupakan tanaman surga dan penyebab luputnya bahaya lisan. Dialah penghibur kesedihan orang-orang yang faqir yang tidak menemukan apa yang harus disodakohkan . Maka Alloh menggantikan buat mereka dengan dzikir yang menjadi pengganti taat badaniah dan materi serta berada pada posisinya.

Meninggalkan dzikruloh akan menyebabkan keras hati, seperti untaian syair berikut ini”

Melupakan dzikrulloh mengakibatkan matinya hati

Dan jasad mereka sebelum dikubur dipemakaman

Ruh mereka dalam kegamangan ditengah sakitnya badan

Mereka tidak mendapatkan apapun sampai dibangkitkan dihari kebangkitan

Oleh sebab itu penting bagi orang yang ingin mengobati hatinya untuk memperbanyak dzikrulloh Firman Alloh :

واذكر ربك اذا نسيت

“ Dan sebutlah robmu ketika kamu lupa

Alloh berfirman dalam menceritakan dampak dzikir terhadap hati :

الذين امنو وتطمئن قلوبهم بذكر الله الا بذكرالله تطمئن القلوب

Orang-orang yang beriman dan hati mereka tentram dengan dzikrulloh. Ingatlah dengan dzikrulloh akan tentramlah hati ( Arro’du: 28)

Ibnu Qoyyim berkata tentang penawar obat dengan dzikrulloh :”Dalam hati ada sifat keras yang tidak akan dapat dilenyapkan kecuali dengan dzikrulloh. Maka seorang hamba mesti mengobati kekerasan hatinya dengan berdzikir mengingat Alloh.

Seorang laki-laki berkata kepada Hasan Basri : Wahai Abu Said , aku mengadukan kepadamu tentang kerasnya hati ini. Hasan Basri menjawab : Hilangkanlah dengan dzikir.

Hal ini terjadi karena ketika hati semakin lupa dia akan akan semakih keras apabila dia berdzikir lepada Alloh keras hati itu luntur meleleh seperti melelehnya timah terkena api. Tidak ada l;agi yang dapat melenyapkan kerasnya hati seperti dzikirulloh . Syaikh Makhul berkata : Mengingat Alloh jadi obat sedangkan maksiat jadi penyakit.

Dengan dikir seorang hamba dapat mengalahkan syaithon seperti halnya syaiton dapat mengalahkan orang yang lupa dan lalai. Sebagian ulama salap berkata : “ Apabila dzikir telah bersemayam dihati maka ketika hati tersebut didekati syaithon dia akan terlempar, seperti kesurupan manusia ketika dia didekati syaithon. Maka berkumpullah syaithon mengelilingi syaithon yang terlempar tersebut. Mereka berbicara : Kenapa ini? Maka dikatakan :” Dia telah terkena manusia “ .

Kebanyakan manusia yang terkena syaithon adalah orang yang lupa dan tidak membentengi dirinya dengan aurod dan dzikir. Oleh sebab itu mudah ditipu daya syaithon serta masuk kedalam perangkapnya.

Sebagian orang mengeluhkan diantara lemah iman yang memberatkan dirinya dalam melaksanakan ketaatan kepada temanya dan mereka bertanya tentang penawarnya dalam melaksanakan sarana pelipur dan penawarnya. Seperti salat malam dan dan amal nawapil lainnya. Maka yang paling relevan adalah memulai mengobati penyakitnya dengan dikir dan bersemangat melaksanakannya. Mereka menjaga dikir mutlak dengan mengulang-ulangnya terus menerus. Seperti “

لاله الا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو علي كل شيئ قدير

Tiada ilah kecuali Aloh dzat tunggal tiada sekutu baginya, segala kerajaan miliknya dan segala puji baginya, dia berkuasa atasa segala sesuatu.

سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم

Maha suci Alloh dengan memujiNya , maha suci Alloh dzat yang maha agung

لا حول ولا قوة الا بالله Tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Alloh

Hendaklah mereka juga menjaga dzikir muqoyad yang telah disunnahkan dengan mengulangnya ketika datang waktu dan tempat yang telah ditentukan . Seperti dzikir pagi, sore , dzikir sebelum tidur , bangun tidur, mimpi jima, makan minum, masuk WC, du’a dalam perjalanan , du’a istikhoroh, do’a bila mendapat musibah , bila ada angin, melihat bulan, ketika menaiki kendaraan, membaca salam, menjawab orang bersin, mendengar kokok ayam jantan, ringkik keledai , lolongan anjing, do’a kifarat majlis, melihat keluarga yang terkena musibah dan sebagainya. Sudah pasti bahwa barang siapa yang menjaga hal ini akan mendapatkan dampak secara langsung dalam hatinya ( Ibnu Tayimiyah ).

12. Diantara sesuatu yang memperbaharui iman adalah bermunajat kepada Alloh dan merendahkan diri bersimpuh dihadapnnya.

Ketika seorang hamba banyak merendahkan diri , bertadoru kepada Alloh dia akan lebih dekat kepadaNya. Rasul bersabda :

Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan robnya adalah ketika dia bersujud , maka perbanyaklah do’a didalamnya “ ( Muslim)

Karena posisi sujud itu merendahkan diri dan tadoru pada Alloh. Hal ini tidak ada pada tingkah posisi yang lainnya. Ketika seorang hamba melekatkan dahinya diatas tanah padahal dia adalah anggota paling tinggi maka hal itu membuat jarak yang paling dekat dengan robnya.

Ibnu Qoyyim berkata dalam bahasa indah dengan lidah merendahkan diri dan bersimpuh bagi orang yang bertaubat dihadapan Alloh Maka hanya bagi Allohlah untaian mutiara perkataan orang yang berkata berikut ini :”

Hamba memohon dengan kemuliaanmu dari kehinaan diriku kiranya engkau menyayangiku, hamba memohon dengan kekuatanmu dari lemahnya diriku, dengan kekayaanmu terhadap dan sangat faqirnya hamba terhadapmu. Inilah ubun-ubunku yang senantiasa melakukan kesalahan dihadapanmu. Hamba-hamba mu selainku begitu banyak , tidak ada pengharapan dan tempat bergantung darimu kecuali kepadamu. Hamba memohon seperti memohonnya orang-orang miskin, dan berdo’a sepenuh hati kepadamu seperti berdo’anya orang yang merendahkan diri dan bersimpuh . Hamba berdo’a kepadamu seperti do’anya orang yang takut mendapat mudarat. Permohonan orang yang senantiasa merendahkan diri kepadamu, orang yang muroqobah merasa rugi tidak bernilai dihadapanmu, yang senantiasa mengalir air mata ketika mengingat dan menyebutmu dan begitu rendah serta hina hati ini dihadapanmu.”

Maka ketika seorang hamba bermunajat dengan kalimat seperti itu kepada robnya yakin imannya akan bertambah berlipat ganda . Begitu pula mendohirkan perasaan sangat butuh kepada Alloh merupakan diantara hal yang memperkuat iman. Alloh SWT telah memberitahu kita tentang kefaqiran kita dan begitu butuhnya kepada Alloh :

“ Wahai manusia engkau membutuhkan Alloh dan Alloh adalah dzat yang maha kaya lagi terpuji” .

13. Pendek angan–angan merupakan hal penting dalam meperbaharui iman .

Ibnu Qoyyim berkata : “ Diantara yang paling besar yang terdapat didalamnya adalah ayat berikut :

“ Maka bagaimana pendapatmu jika kamu berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah direncanakan kepada mereka. Niscaya tidak berguna lagi mereka apa yang selalu dinikmatinya “ ( Asyuro: 205-207)

Mereka seakan-akan tidak tinggal kecuali setengah hari saja , semua ini adalah dunia maka tidaklah seorang panjang angan-angan begitu : Saya akan hidup sekian tahun lagi dan akan tetap hidup “

Sebagian salaf berkata kepada seorang laki-laki :” Salat duhurlah kamu bersama kami” Laki-laki itu menjawab:” Apabila aku salat duhur bersama kalian, saya tidak akan salat asar dengan kalian “ Maka berkatalah ulama salaf:” Seakan-akan kamu berfikir akan hidup untuk menglaksanakan salat asar, aku berlindung kepada Alloh dari panjang angan-angan”

14. Memikirkan kehinaan dunia sehingga hilanglah keterikatan hati seorang hamba padanya.

Alloh berfirman:


Tidaklah kehidupan dunia itu melainkan kesenangan yang menipu

Nabi bersabda :” Apabila tempat makanan anak adam dijadikan untuk dunia misalnya maka lihatlah apa yang keluar dari anak adam tersebut. Sesungguhnya cahaya dan keelokannya diketahui dari apa yang terjadi” ( Tobroni)

Dari Abu Hurairoh : “ Dunia itu terlaknat dan terlaknatlah apa yang ada didalamnya kecuali dikrulloh dan apa yang mengikuti Alloh, mengetahui atau belajar memahami ( Ibnu Majah)

1. Diantara hal yang memperbaharui iman dalam hati adalah mengagungkan ketetentuan-ketentuan alloh

Firman Alloh :

ذلك ومن يعظم شعائر الله فانها من تقو القلوب ( الحج: 37)

Itulah barang siapa yang mengagungkan syiar Alloh maka sesungguhnya hal itu merupakan bagian dari ketakwaan hati”

Hurumatulloh atinya : hak-hak alloh terkadng ada di beberapa orang, terkadang terdapat pada tempat-tempat dan watu - waktu tertentu.

Diantara mengagungkan Hak Alloh berupa orang adalah melaksanakan Hal-hak rasul umpamnaya. Yang termasuk syiar Alloh berupa tempat adalah mengagungkan baitulloh. Diantara mengagungkan Alloh berupa waktu adalah mengagungkan bulan Ramadhan . Fimran Alloh

ومن يعظم حرمات الله فهو خير عند ربه ( الحج: 30)

Barang siapa yang mengagungkan hakl-hak Alloh dia akan mendapatkan yang lebih baik disisi Alloh

Diantara mengagungkan hak-hak Alloh adalah tidak menyepelekan hal-hak kecil. Telah diriwayatkan dari Abdulloh bin Mas’ud RA: SesungguhnyaRasululloh bersabda : Jagalah oleh kalian menghinakan dosa, karena sesungguhnya hal itu berkumpul pada seorang laki-laki sehingga merusak laki-laki tersebut”

Sesungguhnya Rasul menjadikan perumpamaan bagi mereka seperti sebuah kaum yang menuruni tanah lapang kemudian hadirlah seorang arsitektur kaum tersebut. Maka seorang laki-laki pergi dan datang kembali dengan mnembaw kayu kayu, laki-laki itupun membawa kayu berkali-kali sehingga jadilah setumpuk kayu yang besar, mereka pun menyalakan api dan matanglah apa yang mereka masak “ ( Ahmad).

Sebuah dosa kecil maupun besar merusak ketaqwaan

Jadilah seperti orang yang berjalan diatas tanah berduri

Hati-hatilah terhadap apa yang kamu lihat Janganlah engkau menyepelekan dosa kecil

Sesungguhnya gunung itu berasal dari sebuah pasir

Ibnu Jauji berkata dalam memburu kekhawatiran : “ Banyak sekali manusia yang mentolerir urusan yang mereka kira mudah. Padahal mengurangi hal-hal yang pokok seperti bebas memandang pada hal-hal yang diharamkan dan sebagaian pelajar yang meminjam satu barang kepada sebagian yang lainnya kemudian tidak mengembalikannya”

Sebagaian ulama salaf mengatakan :” Aku mentolerir satu suapan, aku pun mendapatkannya maka hari ini aku ketinggalan selama 40 tahun “ Ini adalah bentuk dari ketawaduannya.

1. Diantara hal yang memperbaharui iman dalam hati adalah Loyal terhadap orang-orang mukmin dan berlepas diri terhadap orang-orang kafir ( Al-Wala wal Barro).

Setia dan saling mengasihi anatar orang mukmin dan memusuhi segala bentuk kekafiran. Hal ini terjadi karena sesungguhnya hati ketika berkait dengan musuh Alloh maka akan menjadi sangat lemah dan menciutkan makna akidah dalamnya. Apabila loyalitas kepada Alloh begitu tulus dan murni dilakukan dia akan loyal terhadap hamba Alloh yang beriman serta sudi membela dan menolong mereka. Juga akan memusuhi musuh Alloh, menyerang dan menghancurkannya. Karena sesungguhnya hal itu akan menghidupkan keimanan.

2. Bertawadu sangat berperan dalam upaya memperbaharui iman , dan menegarkan hati dalam upaya menolak ketakaburan.

Karena sesungguhnya tawadlu dalam ucapan, perbuatan dan hal-hal yang dohir menunjukkan pada tawadunya hati pada Alloh . Sungguh Rasul telah bersabda:

“ Merendahkan diri itu sebagian dari pada iman “ ( Ibnu Majah )

Sabda Rasul pula: “ Barang siapa yang melepas pakaian mewah karena tawadlu padahal dia mampu membeli dan memakai pakaian-pakaian tersebut. Alloh akan menyerunya pada deretan para pemimpian makhluk. Allohpun memilihkan perhiasan iman buat mereka dari mana saja yang dipakainya “ ( Tirmdzi)

Abdurohman hidup tidak berbeda penampilannya dengan para abid-abidnya padahal beliau seorang hartawan, konglomerat terkemuka pada jaman Rasululloh.

3. Terdapat amalan-amalan hati yang penting dalam memperbaharui iman

Seperti : cinta kepada Alloh , takut, berharap dan husnudhon padanya .Tawadlu hanya kepada Alloh, ridlo terhadap apa diterima dari Alloh, berterima kasih kepadanya. Membenarkan apa yang ada disisinya dan meyakini setiap apa yang datang darinya . percaya penuh terhadap Alloh, juga senantiasa bertaubat kepada Alloh dengan taubatannashuha. Serta hal-hal lain yang termasuk amalan hati.

Disana ada kedudukan yang penting diraih seorang hamba untuk menyempurnakan pengobatan yaitu dengan istiqomah, inabah dan senantiasa ingat, berdzikir, berpegang teguh kepada Al-qur’an dan sunnah. Khusyu , juhud, waro dan muroqobah. Ibnu Qoyyim telah membahas dengan tuntas makom-makom tersebut dalam kitab Madarijussalikin.

4. Introspeksi diri

Introspeksi diri sangat penting dalam meperbaharui iman . Firman Aloh :

“ Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Alloh, dan hendaknya setiap jiwa melihat apa yang akan terjai esok hari” ( Alhasr:18)

Umar bin Khotob berkata :” Hisablah diri kalian sebelum dihisab”

Hasan Basri berkata “Janganlah kamu menemui seorang mukmin, kecuali dia menghisab dirinya sendiri

Maimun bin Mahrom berkata : Sesungguhnya ketakwaan adalah lebih berat menghisab dirinya dari pada seorang teman yang rakus

Ibnu Qoyyim Ajjauji berkata :” Kerusakan jiwa terjadi karena melewatkan muhasabah, menetapi keinginannya dan mengikuti hawa nafsunya “

Maka penting dan perlu bagi seseorang mukmin meluangkan waktu untuk mengkritisi dirinya sendiri. Menimbang, memikirkan berulang-ulang, berintrospeksi dan bercermin diri, melihat kembali apa yang telah dilakukannya dan memikirkan bekal apa yang telah dipersiapkan untuk menjemput hari esok di akhiret kelak.

20 Berdo’a Hanya Kepada Alloh

Sebagai penutup sesungguhnya berdo’a kepada Alloh adalah merupakan sekuat-kuatnya penyebab yang mesti bagi seorang hamba untuk mengerahkannya.Seperti sabda Rasul:

Sesunggunyya iman itu diciptakan dalam hati salah seorang diantara kalian seperti diciptakannya pakaian, maka memohonlah kepada Alloh agar diperbaharui iman dalam hati kalian “ ( Ahmad)

Ya Rob Hamba memohon kepadamu dengan asmamu yang baik. dan dengan sifatmu yang maha tinggi. Semoga engkau memperbaharui iman dihati kami. Ya Alloh Sukakanlah kepadaku keimanan, dan jadikanlah perhiasan dalam hati kami. Turunkan kepada kami kebencian terhadap segala bentuk kekufuran, kefasikan dan kemaksaiatan. Jadikanlah kami termasuk orang yang mendapat petunjuk. Maha suci Alloh dzat maha pemilik kemuliaan terbebas dari apa yang mereka sifati.

وسلام علي المرسلين والحمد الله رب العالمين
posted by Ust. Anwar Al-Ansyori @ 9:12 AM   1 comments
Waktu
Profile

Name: Ust. Anwar Al-Ansyori
Home:
About Me:
See my complete profile
Artikel Sebelumnya
Arsip Artikel
Shoutbox

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus.

Waktu Adzan
Links
Powered by

Isnaini Dot Com

BLOGGER